Setiap helaan napas ku berkurang yang ku rasa hanya dirimu yang
menemaniku, mendekapku dengan tatapan matamu yang indah laksana matahari
terbit, meski kau tiada.
Setiap detik yang tersisa dalam hidupku yang kurasa hanyalah sentuhan
lembut jemari mu,lembut, layaknya air telaga yang menyembuhkan
mulut-mulut dahaga begitu jernih dan murni, meski kau laksana udara yang
tak terlihat..
Setiap langkah kematian kian mendekat, yang kurasa hanya kau yang
menjagaku. Laksana sebuah rumah yang beratapkan kasih sayang dan
berjendelakan bingkai-bingkai cinta yang membuat terasa damai dalam
lindungannya,meski kesadaranku melihat kau laksana kubah kaca saat ini…
Mimpiku selalu bercerita tentangmu, mimpi yang datang dan pergi bias
tanpa arti. Namun sungguh harapanku tentang kehadiranmu seperti tumbuhan
dimusim kemarau yang mengharapkan kehadiran hujan.
Harapanku datang dan tersenyumlah padaku, karena senyummu seperti
lintasan pelangi yang datang setelah hujan, dan selalu membuat hatiku
terpikat..
Wahai.. Keanggunan cumbulah aku dengan ketulusanmu, agar aku dapat
memberikan tulang-tulang ku untuk kau gunakan sebagai penyangga
hidupmu..
Wahai… Kelembutan sentuhlah jiwaku dengan kasihmu, agar aku dapat
memberikan hati dan jantungku agar kau dapat gunakan sebagai atap-atap
penyejuk jiwamu.
Wahai… Kecantikan dekaplah jiwaku dengan cintamu, agar aku dapat
memberikan benakku untuk kau pergunakan sebagai pelita di kala gelap
membutakanmu.(aspakb130415)